• Selamat Datang di Website Resmi ATAKI Jabar

    lorem Ipsum

  • Lorem Ipsum

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat.

  • Lorem Ipsum

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat.

  • Lorem Ipsum

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat.

  • Lorem Ipsum

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat.

  • Lorem Ipsum

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat.

Posted by verifikasi validasi
| 21.7.14




Posted by tvva provinsi
| 1.7.14

KODE
KLASIFIKASI & SUB KLASIFIKASI
A R S I T E K T U R
101
Arsitek
102
Ahli Desain Interior
103
Ahli Arsitek Lansekap
104
Ahli Iluminasi
S I P I L
201
Ahli Teknik Bangunan Gedung
202
Ahli Teknik Jalan
203
Ahli Teknik Jembatan
204
Ahli Keselamatan Jalan
205
Ahli Teknik Terowongan
206
Ahli Teknik Landasan Terbang
207
Ahli Teknik Jalan Rel
208
Ahli Teknik Dermaga
209
Ahli Teknik Bangunan Lepas Pantai
210
Ahli Teknik Bendungan Besar
211
Ahli Teknik Sungai dan Drainase
212
Ahli Teknik Irigasi
213
Ahli Teknik Rawa dan Pantai
214
Ahli Teknik Pembongkaran Bangunan
215
Ahli Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan
216
Ahli Geoteknik
217
Ahli Geodesi
M E K A N I K A L
301
Ahli Teknik Mekanikal
302
Ahli Teknik Sistem Tata Udara dan Refrigerasi
303
Ahli Teknik Plambing dan Pompa Mekanik
304
Ahli Proteksi Kebakaran
305
Ahli Teknik Transportasi Dalam Gedung
E L E K T R I K A L
401
Ahli Teknik Pembangkit Tenaga Listrik
405
Ahli Teknik Elektronika dan Telekomunikasi Dalam Gedung
406
Ahli Teknik Sistem Sinyal Telekomunikasi Kereta Api
T A T A  L I N G K U N G A N
501
Ahli Teknik Lingkungan
502
Ahli Perencanaan Wilayan dan Kota
503
Ahli Teknik Sanitasi dan Limbah
504
Ahli Teknik Air Minum
M A N A J E M E N   P E L A K S A N A A N
601
Ahli Manajemen Konstruksi
602
Ahli Manajemen Proyek
603
Ahli K3 Konstruksi
604
Ahli Sistem Manajemen Mutu

Posted by Ataki Jabar
| 4.6.13
jabarBandung, 3/6/2013 - LPJK mendorong Pemprov Jabar dalam rangka melakukan pembinaan dan memperlancar penerbitan Sertifikasi Badan Usaha (SBU) untuk Badan Usaha Konstruksi.
 

hal ini disampaikan oleh Ketua LPJK Provinsi Jabar P.E. Indrato usai bertemu Gubernur Jabar Ahmad Heryawan di Gedung Sate, Jl. Diponegoro, Kota Bandung, pada hari Senin (3/6/2013)
 

Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Jawa Barat (Jabar) tengah bersiap menghadapi Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) Community atau Komunitas ASEAN 2015.
dengan adanya desakan membuat sertifikasi menurut LPJK juga menjadi prioritas sebagai bentuk legalisasi kualifikasi badan usaha dan tenaga ahli didalamnya, itu sebabnya masih banyak yang harus disiapkan dan dibina khususnya pengusaha lokal.


Indrato menilai, baru sekitar 10 persen pengusaha bidang konstruksi di Jabar yang siap menghadapi Komunitas ASEAN.

Indarto juga berujar, “Pembinaan meningkatkan profesionalisme ini berkaitan dengan tenaga ahli, SDM (sumber daya manusia), dan pendidikan. Jabar sebagai gudang perguruan tinggi harus meningkatkan SDM agar tidak kalah dengan provinsi lain. Ada 14.512 ribu SBU dari 7.522 perusahaan yang akan diterbitkan dan semoga masih sesuai jadwal yang rencananya Juni ini,” katanya

Kepala Dinas Pemukiman dan Perumahan Eddy M. Nasution juga mengatakan bahwa sertifikasi yang ditargetkan Juni 2013 ini harus bisa dicapai karena fungsinya penting untuk pelayanan. Keberadaan sertifikasi ini disampaikan Eddy sebagai bentuk kepastian hukum dan kualifikasi. Tanpa adanya sertifikasi ini, pemerintah akan sulit mengetahui kualifikasi pengusaha.
  "tanpa sertifikasi kita akan buta mana yang layak dan tidak layak, oleh karena itu sertifikasi ini dibuat untuk memudahkan tugas pemprov agar tahu mana yang bisa dipakai, ini akan memudahkan tugas kita, tetapi ini bukan asal bikin sertifikasi" katanya.

Dalam menghadapi Komunitas ASEAN tanpa sertifikasi menurut Eddy akan berat, oleh karena itu sertifikasi sangat dibutuhkan dalam rangka standarisasi kompetensi antara pekerja atau perusahaan. "ini belum lagi standarisasi kompetensi dunia internasional, tuntutannnya lebih tinggi lagi." (PR)

disaring dari berbagai sumber 

Posted by Ataki Jabar
| 31.5.13
Target pertumbuhan sektor konstruksi untuk tiga tahun kedepan pertumbuhannya dapat mendekati mencapai 10-15%, hal ini diyakini oleh Kepala Badan Pembina Konstruksi, Hediyanto Husaini pada Rapat Koordinasi Tim Pembina Jasa Konstruksi di Jakarta, Kamis 30 Mei 2013 Kemarin.

hal tersebut dapat diwujudlkan apabila Pemerintah menyehatkan kondisi fiskal, bahkan diyakini juga oleh Hediyanto, pertumbuhan konstruksi tahun ini akan meningkat mencapai 8 %

"Caranya bagaimana, Alokasi anggarannya harus sesuai dalam APBN. Kemudian, regulasi yang dibuat juga harus fleksibel yang memungkinkan swasta bisa terlibat" papar Hediyanto di sela sela Rakor Tim Pembina Jasa Konstruksi.

keterlibatan swasta menurutnya akan dapat mengurangi beban anggaran pemerintah, oleh karena itu keterlibatan swasta harus dilakukan dengan prinsip saling menguntungkan.

menurutnya lagi, anggaran 30 pemerintah terutama digunakan untuk pembebasan lahan, sementara di sektor pengembangan bisa dilakukan oleh swasta.

"Di negara mana pun, anggaran infrastruktur tidak sepenuhnya dibebankan kepada negara. Pada akhirnya harus melibatkan mitra swasta. Yang penting regulasi kita tentang infrastruktur kuat, dan fleksibel bagi pihak swasta," paparnya

Badan Pusat Statistik mencatat data pertumbuhan sekotor konstruksi tahun 2012 kemarin hanya mencapai 7,5%, angka tersebut masih kalah dari pertumbuhan dua sektor lainnya yaitu sektor pengangkutan dan komunikasi yang mencapai 9,98%, sektor perdagangan, kotel dan restoran yang mencapai 8.11 %.

sumber
disaring dari berbagai sumber
Posted by Ataki Jabar
| 15.5.13
SAMARINDA, 15 Mei 2013, –Warga Jalan PM Noor dan Jalan Lambung Mangkurat tak lama lagi “terbebas” banjir. Sebab proyek pengendali banjir di sana mulai menuai titik terang menyusul PLN dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kaltim telah sepakat mengenai pemindahan 80 tiang listrik milik PLN di dua jalan itu.
Manajer Area PLN Samarinda Ismail Deu menjelaskan, sesungguhnya 2012 lalu PLN telah berkoordinasi dengan Dinas PU soal masalah pemindahan tiang ini. “Awalnya Dinas PU meminta kami untuk memindahkan tiang listrik di sana dengan biaya dari PLN. Kami menjawab tidak bisa, sebab tak ada dalam anggaran PLN,” terangnya kepada Kaltim Post, Selasa (14/5) kemarin.
Selanjutnya dia menjelaskan, pihaknya hanya bertugas merincikan item mana saja yang harus diganti beserta rincian dana dampak pemindahan utilitas kota tersebut. Ismail pun keberatan jika dituding harga yang dirincikan berdasarkan perhitungan kontraktor. “Tak ada intervensi dari pihak manapun, apa yang kami ajukan murni dari harga pabrik yang berlaku sekarang. Tidak ada mark up, PLN juga tak mengambil keuntungan sepeser pun dari proyek ini. Dalam pengerjaannya pun, PLN tak akan terlibat,” tegasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Direksi Pekerja Penanganan Banjir Sub-Sistem Karang Mumus dari Dinas PU, Saiful, mengakui sudah tak ada lagi masalah antara instansinya dengan perusahaan pelat merah tersebut. “Rencananya, besok (hari ini, Red.) saya akan menemui perwakilan dari PLN. Tapi intinya masalah sudah selesai, tiang listrik itu segera dipindahkan,” janjinya.
Jika tak ada kendala, sambung dia, proyek pemindahan tiang di Jalan PM Noor ini akan rampung pada Juli atau Agustus 2013. Sedangkan untuk proyek di Jalan Lambung Mangkurat, pihaknya memperkirakan selesai pada September atau Oktober. Secara keseluruhan, Saiful belum bisa memastikan kapan proyek pengendalian banjir di kedua tempat ini tuntas. “Kami berharap secepatnya. Semoga tak ada penghambat lagi,” ucapnya
Seperti diwartakan, proyek yang sudah berjalan setahun lebih ini tak jelas nasibnya karena PLN dan PU Kaltim belum klop dalam hal pemindahan tiang listrik di dua jalan itu. Hal ini disebabkan oleh kajian anggaran yang dilakukan PLN diduga mark up. Dinas PU tidak berani menangani, lantaran tak ingin di kemudian hari tersangkut persoalan hukum dampak temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). (*/roe/ibr)
Sumber :
http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/20153/pln-dan-dinas-pu-sepakat-pindahkan-80-tiang-listrik.html

SOCIAL MEDIA


SEO Links Exchanges, Blog Link Building Service Build Your Links For Free, Links Building Service SEO Links Attitude | Free SEO Links Building Free Backlink Service, Links Building 4 Free